Khutbah Pertama
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، أحمده سبحانه وأشكره على توفيقه وإحسانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيمًا لشأنه، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله حق التقوى، وراقبوه في السر والنجوى.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Kita baru saja meninggalkan bulan Ramadhan, bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Namun seorang mukmin sejati tidak menjadikan Ramadhan sebagai akhir dari ibadah, melainkan sebagai awal dari istiqamah dalam ketaatan.
Di antara amalan yang sangat dianjurkan setelah Ramadhan adalah puasa enam hari di bulan Syawal.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.”¹
Ma’asyiral muslimin,
Hadits ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar. Para ulama menjelaskan bahwa hal ini terkait dengan pelipatgandaan pahala.
Allah ﷻ berfirman:
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
“Barangsiapa membawa satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya.”²
Puasa Ramadhan selama sebulan bernilai seperti sepuluh bulan, dan puasa enam hari di bulan Syawal bernilai seperti dua bulan. Maka genaplah seperti puasa setahun penuh.
Inilah bentuk kemurahan Allah kepada hamba-Nya.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Puasa Syawal bukan sekadar ibadah tambahan, tetapi tanda diterimanya amal Ramadhan. Karena di antara tanda diterimanya amal adalah dimudahkannya seseorang untuk melakukan amal berikutnya.
Sebagian ulama salaf berkata: “Pahala kebaikan adalah kebaikan setelahnya.”
Maka siapa yang setelah Ramadhan masih ringan untuk berpuasa, shalat, dan membaca Al-Qur’an, itu tanda kebaikan yang Allah kehendaki baginya.
Sebaliknya, jika setelah Ramadhan seseorang kembali kepada kelalaian, maka hendaknya ia khawatir terhadap amalnya.
Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا
“Dan janganlah kalian seperti perempuan yang menguraikan benangnya setelah dipintal dengan kuat.”³
Jangan sampai kita rajin beribadah di bulan Ramadhan, namun merusaknya kembali setelahnya.
Ma’asyiral muslimin,
Puasa Syawal juga menjadi penyempurna bagi puasa Ramadhan. Karena tidak ada ibadah manusia yang sempurna, maka Allah mensyariatkan amalan sunnah sebagai pelengkap kekurangan.
Selain itu, puasa Syawal melatih kita untuk istiqamah. Karena ibadah yang dicintai Allah bukanlah yang banyak namun terputus, tetapi yang terus-menerus meskipun sedikit.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus meskipun sedikit.”⁴
Maka jangan berhenti setelah Ramadhan. Lanjutkan dengan puasa Syawal, agar kita termasuk orang-orang yang istiqamah.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Ketahuilah bahwa puasa Syawal adalah kesempatan besar yang sering dilalaikan. Padahal ia adalah amalan ringan dengan pahala yang sangat besar.
Puasa ini boleh dilakukan berturut-turut setelah Idul Fitri, atau dipisah selama bulan Syawal. Ini menunjukkan kemudahan dalam syariat Islam.
Namun bagi yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan, hendaknya ia bersegera mengqadhanya, karena itu adalah kewajiban.
Allah ﷻ berfirman:
فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
“Maka gantilah pada hari-hari yang lain.”⁵
Ma’asyiral muslimin,
Jadikan Syawal sebagai awal perjalanan baru menuju ketaatan. Jangan jadikan Ramadhan sebagai satu-satunya waktu kita dekat dengan Allah.
Orang-orang yang istiqamah akan mendapatkan ketenangan dan kabar gembira dari Allah.
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata ‘Rabb kami adalah Allah’ kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata): jangan takut dan jangan bersedih.”⁶
Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu menjaga amal setelah Ramadhan, dan diberikan kekuatan untuk melaksanakan puasa Syawal.
اللهم تقبل منا صيامنا وقيامنا، اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك، اللهم اجعلنا من عبادك الصالحين.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون، فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، وأقم الصلاة.
