Dalam momen Lebaran, pertanyaan “kapan menikah?” terkadang berubah menjadi nada mencibir. Islam tidak hanya mengajarkan cara menjawab, tetapi juga memberi teladan melalui kisah para nabi ketika menghadapi ejekan dan sindiran.
1. Nabi ﷺ Menghadapi Ejekan dengan Kesabaran
Rasulullah ﷺ sendiri tidak lepas dari cibiran. Allah ﷻ berfirman:
وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُم مَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ¹
“Sungguh telah diperolok-olok para rasul sebelum engkau, maka orang-orang yang mengejek itu ditimpa akibat dari apa yang mereka olok-olokkan.”
Bahkan kaum Quraisy pernah menyebut Nabi ﷺ sebagai orang yang terputus (tidak punya keturunan laki-laki). Maka Allah menurunkan:
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ²
“Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus.”
Bagaimana sikap Nabi ﷺ?
Beliau tidak membalas dengan hinaan. Beliau tetap berdakwah, tetap tersenyum, dan tetap menjaga akhlak.
Ini pelajaran besar: tidak semua cibiran harus dibalas. Kadang cukup dengan diam yang bermartabat.
2. Nabi Nuh ‘Alaihissalam Dicibir Kaumnya
Ketika membangun bahtera, kaumnya mengejeknya:
وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌ مِّن قَوْمِهِ سَخِرُوا مِنْهُ ۚ قَالَ إِن تَسْخَرُوا مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ³
“Setiap kali pemuka kaumnya lewat, mereka mengejeknya. Nuh berkata: Jika kalian mengejek kami, maka kami pun akan melihat akibatnya sebagaimana kalian mengejek.”
Nabi Nuh tidak berhenti dari tugasnya karena ejekan. Ia tetap fokus pada misi.
Begitu pula dalam urusan hidup seperti pernikahan: jangan biarkan cibiran membuat kita kehilangan ketenangan dan fokus pada kebaikan diri.
3. Prinsip Sunnah: Sabar dan Menahan Emosi
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِندَ الغَضَبِ⁴
“Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi yang mampu menahan dirinya ketika marah.”
Jika pertanyaan terasa mencibir, sunnahnya adalah:
- Tidak tersulut emosi
- Tidak membalas dengan sindiran
- Menjaga silaturahmi
4. Jawaban Elegan Yang Menjunjung Adab
Beberapa cara menjawab yang santun:
- “Doakan saja semoga Allah beri yang terbaik.”
- “InsyaAllah kalau sudah Allah tetapkan waktunya.”
- “Sedang mempersiapkan diri agar menjadi pasangan yang baik.”
Jawaban seperti ini menunjukkan kedewasaan dan ketenangan, sekaligus menutup ruang perdebatan.
5. Ramadhan dan Lebaran: Momentum Menjaga Hati
Allah ﷻ berfirman:
ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ⁵
“Tolaklah (kejahatan) dengan cara yang lebih baik.”
Membalas sindiran dengan senyum dan doa adalah bentuk kemenangan akhlak.
